Rabu, 06 Februari 2013

Arti Kata Pecinta Alam


Arti Kata Pecinta Alam 

Arti Kata Pecinta Alam itu sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yakni kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, suka sekali, sayang , ingin sekali, susah hati . Yang artinya pencinta diberi makna orang yang suka akan. Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah , segala ada yang dilangit dan dibumi, lingkungan dan kehidupan, segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan, segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini . yang bukan buatan manusia, dunia dan kerajaan  daerah ,negeri . Kalau kedua kata tersebut digabung maka Arti Kata Pecinta Alam adalah orang yang sangat suka akan alam.
Namun Arti Kata Pecinta Alam itu tidak untuk disaat ini, Pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Makna dari Arti Kata Pecinta Alam berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.

Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian Pencinta Alam yang dimotori oelh almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI. Alhasil bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.
Dunia Pecinta Alam saat ini telah diakui keberadaannya dalam kehidupan masyarakat kita terlepas dari unsur suka atau tidak suka, karena menurut sebagian orang, dunia yang satunya ini terlalu dekat dengan maut dan hanya hura-hura debgan orang-orang gondrong, celana sobek, penuh gelang tangan, kaki, leher (penampilan cuek abis).  Tapi teryata masih banyak pertanyaan yang mesti dijawab dan sijabarkan penjelasannya perihal dari Arti Kata Pecinta Alam yang sebenarnya.  Salah satu pertanyaan yang mudah dan gampang, yaitu :  “Siapa dan Apa Sich Pecinta Alam itu” .

Apakah yang disebut Pecinta Alam itu adalah orang-orang yang suka naik gunung dengan memanggul ransel sarat beban dipunggungnya ? atau orang-orang yang suka merayap bagai cicak, seperti dala film Cliffhanger, atau orang-orang yang berani menerjang jeram pada sebuah sungai atau menelusuri lubang-lubang bawah bumi nan gelap gulita ?

Orang-orang yang bergelut di dunia Pecinta Alam biasanya adalah orang-orang yang haus akan tantangan dan petualangan, baik yang berupa pendakian gunung, pemanjatan tebing, arung jeram, atau penyusuran gua bahkan mereka cenderung melakukan travel dari kota satu ke kota lainnya kemudian kalau ada gunung di sekitar wilayah itu atau tebing pastilah mereka akan menjajakinya.

Anak-anak PA (Pecinata Alam) biasanya mengartikan dunia itu adalah sebagai dunia kebebasan sehingga banyak diantara mereka menjalani hidup seolah-olah tanpa beban, rambut gondrong, dekil, full aksesoris di pergelangan tangan, kaki, leher, pakaian Cuma kaos, kemeja lusuh dan jeans sobek sudah mereka anggap keran, ada yang cool abis, cuek tapi ada juga yang rese dan funky coy !!!.  sehingga banyak orang yang menganggap mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai masa depan yang jelas.  Orang tua yang “sok teu” biasanya enggan berurusan dengan anak PA khususnya anak MAPALA (Mahasiswa Pacinta Alam) karena langsung pukul abis, bahwa yang Anak Mapala, orangnya sudah pasti kurang beres.  Sebagian orang tua yang tahu anak perempuannya pacaran sama anak Mapala,… tebak aja sendiri ??!!!

Kira-kira itulah gambaran anak-anak Pecinta Alam kita sekarang ini, namun demikian sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mempunyai solidaritas besar, jiwa social yang tinggi, kritis terhadap permasalahan dan kebijakan-kabijakan yangtidak tahu arah tujuannya dan tentunya  mengetahui Arti Kata Pecinta Alam sebenarnya . Bagaimanapun sebuah perubahan pasti terjadi seiring berjalannya waktu, tidak akan selamanya “mareka kurang beres” terus seperti itu, jalan ditempat.  Karena bagaimanapun masa depan adalah kehidupan kita selanjutnya.

Sumber: http://www.infopecintaalam.com/2012/11/arti-kata-pecinta-alam-info-pecinta-alam.html

Selasa, 05 Februari 2013

Pentingnya Survival Kit


Pentingnya Survival Kit

Survival Kit adalah Peralatan dan perlengkapan yang digunukan dalam keadaan Survival atau dalam keadaan bertahan hidup di Alam Bebas.
Survival Kit, tentunya itu bukan hanya sekedar nama saja, hal tersebut bisa dikatakan hal yang paling diutamakan dalam kegiatan Mendaki Gunung, Tetapi masih banyak orang yang menganggap dan seringkali menganggab reme hal tersebut.  
Membawa benda-benda untuk alat bertahan hidup di alam bebas Survival Kit sewaktu bepergian, Memang rasanya ribet atau bikin repot. Tapi bagi kita yang mempunyai hobi di alam bebas sebagai penggiat pecinta alam, harus dapat mengantisipasi suatu keadaan darurat sampai hal yang kecil sekalipun sangat diperlukan. Telah banyak kejadian yang diakibat karena ketidak siapanya Survival Kit saat melakukan aktifitas alam bebas yakni membuktikan pada peristiwa kecelakaan di laut dan udara,korban yang kebetulan selamat kebanyakan tidak siap bertahan hidup. Padahal upaya penyelamatan oleh tim SAR atau polisi belum tentu datang segera. 
Dalam keadaan Survival (Bertahan Hidup di Alam Bebas) tentunya tak ada pilihan, korban harus bertahan hidup di alam yang sama sekali asing. Jika tanpa persiapan Survival Kit, ditambah kelelahan mental dan fisik, nyawa bisa jadi taruhannya. Hal ini secara tidak langsung dan juga tidak dapat kita duga dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Bagimana jika mimpi buruk tersebut terjadi pada kita apa yang dapat kita lakukan dan kita perbuat jika kita berada dalam keadaan tersebut. Persiapan menghadapi situasi buruk sebenarnya sederhana. Sebelum perjalanan, paling tidak menyiapkan kotak Survival Kit beserta  perlengkapan penyelamatan diri yang standar .
Dalam melakukan perjalanan kita harus mempersiapkan bekal pribadi, terutama peralatan bertahan hidup dan beberapa Survival Kit juga harus memadai. Barang-barang kecil yang amat vital harus tersedia seperti lampu senter, korek api, pisau lipat kecil, peralatan jahit, pluit, tisu basah, perlengkapan P3K, obat-obatan, dan lain sebagainya. Meski perjalanan dirasa tidak terlalu jauh, biasakan juga selalu membawa makanan dan minuman cadangan. Setelah Survival Kit semuanya siap, tempatkan peralatan dan perlengkapan tadi kedalam sebuah wadah atau tas yang memenuhi syarat, seperti cukup ringan, kuat dan tahan air. Buat perbedaan antara wadah tadi dengan tas atau barang-barang lain, agar mudah dikenali. Tempatkan juga di runag yang mudah terjangkau, jangan sampai kita bingung harus memprioritaskan barang mana yang harus diselamatkan saat kecelakaan.

Menurut Info Pecinta Alam, Survival Kit bukan hanya digunakan pada saat kita mengalami Sruvival, tetapi disetiap jalur atau perjalan yanga akan ditempuh tentunya pasti akan digunakan misalnya, pada ssat ingin memotong sesuatu tentunya harus menggunakan Survival Kit. maka dari itu hal yang sangat wajib dalam dunia kepecintaalaman selain mematuhi KODE ETIK, yakni memahami betapa pentingnya sebuah Survival kit.

Sumber : http://www.infopecintaalam.com/2012/11/survival-survival-kit-info-pecinta-alam_16.html

Pendaki Wanita Tertua


Pendaki Wanita Tertua Penakluk Gunung Everest 

Pendaki Wanita Tertua Penakluk Gunung Everest yang berusia 73 Tahun berhasil mendaki Gunung Tertinggi di Dunia untuk yang kedua kalinya, dan Hal itu menjadikannya Wanita Tertua pertama yang bisa menaklukkan Gunung Everest. 10 Tahun yang lalu untuk pertama kalinya Wanita ini mendaki Gunung Everest dan kembali mendaki dan berhasil memecahkan Rekornya Sendiri dengan Mencapai Puncak Tertinggi Dunia 8.850 Meter dari Permukaan Laut.
Pendaki Wanita Tertua Penakluk Gunung Everest  berasal dari Jepang  yang bernama Tamae Watanabe, Wanita ini dinyatakan Sebagai Wanita Tertua yang berhasil mendaki Gunung Everets dalam kegiatan yang diselerenggakan oleh Guinness World Record pada Jumat di Ibu Kota Nepal, Kathmandu.
Tamae Watanabe mencapai puncak dengan ketinggian 8.850 meter dari permukaan laut bersama seorang mitra Jepang dan tiga pemandu Sherpa. Wanita tersebut menaklukkan puncak Everest dari sisi gunung itu di Tibet. Gunung Everest membentang di perbatasan Nipal-Tibet. Gunung tersebut telah didaki oleh 3.700 orang sejak warganegara Selandia Baru Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa (Sherpa Tenzing) pertama kali mendakinya pada Tahun1953.
Dengan dinyatakannyanya Tamae Watanabe sebagai Pendaki Wanita Tertua Penakluk Gunung Everest maka saat tiba dikampung halamanya , Wanita Jepang ini langsung disambut dengan Hormat dan di berikan sebuah  penghargaan yang diserahkan langsung oleh wakil dari Craig Glenday Kepala Editor Guinness World Record Asian Trekking, sebuah organisasi pendakian yang bermarkas di Kathmandu.
Perempuan Jepang tersebut menaklukkan puncak Everest yang mendaki dari sisi gunung itu di Tibet. Seperti diketahui gunung Everest membentang di perbatasan Nipal-Tibet. Bukan hanya seorang Tamae Watanabe yang pernah mendaki Gunung Everst tetapi Gunung tersebut telah didaki oleh 3.700 orang sejak warganegara Selandia Baru Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa (Sherpa Tenzing) pertama kali mendakinya pada 1953.

Daftar pendaki  yang juga ikut menjadi saksi keberhasilan Pendaki Wanita Tertua Penakluk Gunung Everest ini meliputi satu orang buta, seorang pria dengan anggota tubuh palsu, seorang anak lelaki Amerika yang berusia 13 tahun dan lelaki Nepal yang berusia 76 tahun.

Sebanyak 400 pendaki berada di beberapa kamp di kedua sisi gunung tersebut untuk menunggu cuaca membaik agar mereka bisa memulai upaya pendakian. Para pejabat Kementerian Pariwisata yang ikut dalam pemberian penghargaan Tamae Watanabe sebagai Pendaki Wanita Tertua Penakluk Gunung Everest  mengatakan bahwa bukan hanya beliau yang berhasil dalam jalur yang dialaluinya, tetapi sudah puluhan orang yang juga telah berhasil mendaki gunung itu melalu sisi Nepal.

Sumber: http://www.infopecintaalam.com/2012/11/pendaki-wanita-tertua-penakluk-gunung_16.html

Peralatan Panjat Tebing


Peralatan Panjat Tebing | Pecinta Alam


Peralatan Panjat Tebing atau Alat yang digunakan dalam Aktifitas Rock Climbing saat ini sudah berkembang pesat baik dari sisi Kualitas maupun dari segi kuantitas, perkembangan itu dapat dilihat dari maraknya Galery atau Tokoh yang menjual berbagai macam peralatan Adventure yang tentunya didalamnya terdapat juga Peralatan Panjat Tebing. Membeludaknya Peralatan Panjat Tebing tersebut memberikan dampak secara langsung terhadap perkembangan kegiatan Kepecinta Alaman di indonesia.
Peralatan Panjat Tebing yang biasanya digunakan secara umum dalam Aktiftas Rock Climbing dibagi dalam dua, yakni :
1. Peralatan Non Logam 
    Peralatan Non Logam umumnya terbuat dari bahan serat Sintesis seperti : Nylon 6, Spectra
    Misalnya : Harnes, Sling, Flootloop, Chalkbag, Protektor.
2. Peralatan Logam
    Peralatan Logam ini dibagi lagi berdasarkan bahan Bakunya, yaitu :
    ~ Peralatan yang dibuat dari besi basa, seperti Piton Mailon Rapide
    ~ Peralatan yang terbuat dari Logam campuran seperti Aluminium Alloy. Misalnya Carbiner, Pulay
Umumnya Peralatan Umum yang digunakan Sebagai Peralatan Pribadi , Yakni Harnes, SRT set, Head Lamp dan peralatan Tali Temali (Karmantel dan webing), Beberapa Peralatan Panjat Tebing yang dibagi Menurut fungsinya Yakni :
  • Tali Karmantel berfungsi untuk melindungi pendaki dari kemungkinan Jatuh sampai menyentuh atanah atau biasanya disebut Freefall. Karmantel dibagi dalam beberapa jenis, seperti :(Tali serat alam, Hawser laid, Core dan Sheat Rope). Karmantel juga dibedakan menjadi dua bagian dilihat dari bahannya, seperti Karmantel elastis dan Dinamis.
  • Harnes berfungsi sebagai pengaman  tubuh dan mengurangi rasa sakit saat hendak memanjat dibandingkan dengan menggunakan Harnes Buat seperti Webing dll. Harnes dibagi menjadi beberapa jenis, seperti Harnes Full Body, Seat Harnes dan Harnes Webing.
  •  Calkbag dan Magnesium berfungsi sebagai temapt penyimpanan Mangnesium, sedangkan mangnesium berfungsi sebgai perekat atau biasanya disebut Tepung anti keringat , dimana digunakan sebelum memenjat agar tangan tidak keringat saat memanjat.
  • Shoes/Sepatu berfungsi sebagai alas kaki dan pengaman saat memanjat agar kaki tidak sakit saat menginjak atau berpijak pada point atau dinding yang tajam atau licin.
  • Carbiner / Cinci Kait, Berfungsi sebagi alat yang menghubungkan peralatan yang satu dengan peralatn yang lainya, sehingga sewaktu dilepas akan lebih memudahkan, Carbiner ini dibagi dalam beberapa bentuk, seperti Carbiner Oval, Delta, Screw (Ulir), Non Screw dan Otomatis.
 
  • Mailon Rapid, adalah sebuah carbiner fungsinya sama dengan Carbiner Umum lainya, hanya Carbiner ini biasanya digunakan dalam kegiatan penelusuran Gua, Alat ini terbuat dari Aluminium Alloy, dibagi berdasarkan bentuknya, yakni : Oval, Delta dan Half Moon / Semi Circular.
  • Ascender , merupakan peralatan mekanik yang digunakan sebagai alat untuk Menaiki suatu lintasan tali, serta dapat juga digunakan selain Menaiki lintasan dalam kondisi tertentu. Peralatn ini di bagi menjadi 2 bagian, yakni , Menurut Peganganya : Heandle Ascender ( SRT, Petzl Expedition dan Ascention)  dan Non Heandle Ascender ( Petzl Basic, Croll, Gibbs Shunt).Menurut Prinsip Kerja Gigi/Camnya :Sprung Cam (Petz Basic dan Croll) dan Cam Loaded (Gibbs Shunt dan Hiebler).
 
  • Descender meruapak peralatan yang digunakan untuk menuruni tali. Cara menuruni tali tersebut biasanya disebut descendering atau Abseiling Rappeling. Yang berfungsi menaha laju alat dengan tali. Descender dibagi menjadi Dua macam berdasarkan cara kerjanya , yakni Bekerja Automatis seperti, Autstp, Ewis dan Bekerja Manual.
 
Peralatan Panjat Tebing diatas hanyalah sebagian saja, yang biasa atau umum digunakan dalam Panjat Tebing atau Rock Climbing. jika melihat dari Sejarah Rock Climbing tentunya Peralatan Panjat Tebing pun juga semakin banyak dan semakin Modern

Sumber: http://www.infopecintaalam.com/2012/11/pendaki-wanita-tertua-penakluk-gunung_16.html